Algoritma facebook, mampu membaca kebiasaanmu

Mark Zuckerberg pernah berkata, bahwa dia heran banyak yang mengidolakannya padahal ia sendiri mengidolakan seorang tokoh penemu algoritma, yakni Muhammad ibn Musa al Khawarizmi.

Baca Juga

Yandi Noviahttps://www.bloggerkalteng.id
Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Tengah | Blogger Kalteng | Pimred betangvoice.id (Literasi Millenial).

Oleh : Yandi Novia

Saya termasuk orang yang berhati-hati dalam menjaga privasi akun facebook. Sehingga tidak pernah menggunakan aplikasi pihak ketiga yang disambungkan ke facebook. Karena setahu saya, jika ada aplikasi yang disambungkan maka akan banyak izin yang dilonggarkan ke pihak aplikasi untuk mengakses privasi kita. Artinya, akan ada beberapa kemungkinan, seperti email terdeteksi, kontak, minat, bahkan hebatnya aplikasi pihak ke tiga mampu membaca kebiasaan kita di facebook. Ujung-ujungnya akun kita menjadi tidak aman.

Saya sering melakukan penelitian kecil antara google dan facebook. Misalnya, di laman google saya mencari sesuatu dengan kata kunci “hosting murah”. Lalu dalam beberapa waktu saya kembali mengakses facebook, entah kenapa ada iklan “tawaran hosting murah” dari beberapa situs muncul di beranda. Tidak hanya 1 kali saya lakukan hal ini, bahkan sudah hampir 100 kali lebih. Kemungkinan yang saya bisa pikirkan saat itu adalah, apakah antara google dan facebook ada hubungan? Atau jangan-jangan facebook begitu dalam mengakses ponsel saya? Sehingga kebiasaan-kebiasaan yang saya lakukan di ponsel pintar, facebook mampu membacanya.

Mulai terjawab?

Facebook sendiri telah menjelaskan bagaimana menargetkan iklan sesuai dengan kriteria, seperti usia, jenis kelamin, lokasi, minat, pekerjaan, dan pendidikan. Hal ini agar iklan berjalan secara maksimal dan menjangkau orang secara akurat. Secara internal facebook melakukan hal-hal tersebut. Selain itu, facebook juga memanfaatkand ata pihak ketiga, misalnya google dan lainnya. Dalam hal penargetan, facebook mempunyai istilah, yaitu demografis atau pemirsa khusus atau pemirsa serupa.

Sampai saat ini memang hubungan antara facebook dan google baik-baik saja. Walaupun sebenarnya, facebook telah menyiapkan beberapa strategi jika hubungan keduanya memburuk. Di tahun 2016, facebook sudah punya rencana jika aplikasi miliknya dihapus di google play store.

Jadi, tidak heran kalau google dan facebook saling keterkaitan.

Baca selengkapnya di bloggerkalteng.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

Nilai Dasar Puasa – Ustadz Aris Pratama Gunawan, SH

Alhamdulillah telah tunai puasa kita di hari kedua Ramadhan 1442 H. Mari kita simak Kajian Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah oleh Aris Pratama Gunawan, SH dengan tema “Nilai Dasar Puasa”.

More Articles Like This