Begini Adzan ketika Suasana Genting

Baca Juga

Yandi Noviahttps://www.bloggerkalteng.id
Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Tengah | Blogger Kalteng | Pimred betangvoice.id (Literasi Millenial).

Begini adzan ketika suasana genting. Lafadznya berbeda dengan keadaan normal. Seperti disebutkan dalam hadis shahih riwayat al-Bukhari.

عَنْ نَافِع , قَالَ : ” أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ , ثُمَّ قَالَ : صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ , فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ, ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ : ” أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ ” فِي اللَّيْلَةِ البَارِدَةِ , أَوِ المَطِيرَةِ , فِي السَّفَر. متفق عليه

Dari Nafi’ berkata: Ibnu Umar mengumandangkan adzan pada malam yang sangat dingin di daerah Dlajnan. Kemudian beliau mengucapkan: Saallu fii rihalikum shalatlah di rumah-rumah kalian. Maka ia menginformasikan kepada kami bahwa Rasulullah SAW pernah menyuruh seorang muadzin untuk mengumandangkan adzan. Setelah itu muadzin mengumandangkan, ‘Hendaklah kalian salat di rumah-rumah!’ dalam sebuah malam yang sangat dingin atau hujan di tengah perjalanan” (HR al-Bukhari: 632).

Hadits di atas menjelaskan tentang bagaimana adzan dikumandangkan di saat situasi dianggap tidak memungkinkan untuk shalat berjamaah. Baik karena faktor malam yang sangat dingin atau hujan sangat lebat.

Bisa jadi termasuk juga pada saat seperti sekarang ini adanya wabah yang sudah masuk pada kategori pemdemi. Maka hal itu tentu sangat berbahaya jika adanya kumpulan banyak orang, yang mungkin pada salah satunya telah terjangkiti penyakit tersebut, walaupun tidak disadari.

Dalam tata caranya ada dua yaitu: pertama, kalimat ashshalaatu fi rihaalikum atau ashshalatu fii buyutikum dikumandangkan setelah adzan, sebagaimana penjelasan dalam hadits di atas.

Selengkapnya : pwmu.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

Nilai Dasar Puasa – Ustadz Aris Pratama Gunawan, SH

Alhamdulillah telah tunai puasa kita di hari kedua Ramadhan 1442 H. Mari kita simak Kajian Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah oleh Aris Pratama Gunawan, SH dengan tema “Nilai Dasar Puasa”.

More Articles Like This